Kabar duka datang dari Bogor, Jawa Barat, setelah seorang ibu dan anaknya menjadi korban kecelakaan terserempet KRL (Kereta Rel Listrik) saat melintasi jalur rel di kawasan Bojonggede pada Kamis sore, 17 April 2025. Akibat kejadian nahas ini, sang ibu dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah, sementara sang anak mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Insiden terserempet KRL ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan menyebabkan terganggunya perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta untuk sementara waktu.
Menurut keterangan dari beberapa saksi mata di sekitar lokasi kejadian, ibu dan anak tersebut terlihat berjalan kaki dan mencoba melintasi jalur rel kereta api di perlintasan tidak resmi. Diduga, mereka tidak menyadari kedatangan KRL dari arah Bogor menuju Jakarta yang melaju dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, keduanya terserempet KRL dan terpental ke sisi rel. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Petugas kepolisian dari Polsek Bojonggede dan petugas dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah sang ibu yang diketahui bernama Siti Aminah (35 tahun) langsung dievakuasi, sementara anaknya, Rizky (8 tahun), yang mengalami luka di bagian kaki dan kepala segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak kepolisian melakukan identifikasi korban dan menghubungi pihak keluarga.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bojonggede, Kompol Agus Susilo, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melintasi jalur rel kereta api sembarangan, terutama di perlintasan tidak resmi. “Kami sangat menyesalkan kejadian tragis ini. Melintasi rel kereta api sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlintasan resmi dan berhati-hati saat melintas,” ujar Kompol Agus di lokasi kejadian. Pihak PT KCI juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya melintasi jalur rel kereta api di luar perlintasan resmi. Akibat insiden terserempet KRL ini, perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta sempat mengalami keterlambatan sekitar satu jam sebelum akhirnya kembali normal setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai.