Dalam melaksanakan salat Tarawih, sangat ditekankan untuk dan melakukannya dengan tuma’ninah. Tuma’ninah berarti tenang dan tidak tergesa-gesa dalam setiap gerakan salat, memberikan jeda yang cukup antara satu rukun ke rukun berikutnya. Ini adalah kunci untuk mencapai kekhusyukan dan memastikan bahwa ibadah kita diterima oleh Allah SWT, sesuai dengan mengikuti arahan syariat.
Prinsip tidak perlu terburu-buru ini berlaku untuk semua jenis salat, baik fardu maupun sunah. Ketika seorang Muslim melaksanakan salat dengan tuma’ninah, ia memberikan hak setiap gerakan dan bacaan. Hal ini membantu hati untuk lebih fokus pada komunikasi dengan Allah, merasakan kehadiran-Nya, dan meresapi setiap ayat yang dibaca, yang akan memberikan kekhusukan.
Sebaliknya, salat yang terburu-buru, seperti “salat ayam mematuk,” dapat mengurangi nilai ibadah dan bahkan berisiko tidak sah. Nabi Muhammad SAW pernah menegur sahabat yang salatnya terlalu cepat, menunjukkan pentingnya tuma’ninah. Ini adalah pengingat bahwa kualitas daripada kuantitas lebih diutamakan, dan ibadah harus dilakukan dengan penghayatan.
Di Bulan Ramadan, meskipun semangat menghidupkan malam dengan Tarawih sangat tinggi, tetaplah tidak perlu terburu-buru. Baik saat makmum mengikuti imam di masjid atau saat bisa dilakukan sendirian di rumah bagi yang berhalangan, tuma’ninah harus selalu menjadi prioritas. Ini akan membantu meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Beberapa masjid mungkin melaksanakan Tarawih dengan sangat cepat. Namun, mengikuti arahan imam yang terburu-buru bukanlah kewajiban. Jika merasa tidak nyaman, seseorang bisa berhenti untuk melanjutkan salat sendirian dengan tuma’ninah, atau mencari masjid lain yang imamnya lebih tenang dalam memimpin shalat Tarawih, yang akan membuat salat lebih tenang.
Selain tuma’ninah, adab lain seperti disunahkan bersiwak sebelum salat dan berpakaian rapi dan suci juga membantu mencapai kekhusyukan. Semua elemen ini saling mendukung untuk menciptakan ibadah yang berkualitas. Ini adalah bagian dari upaya mengikuti arahan Nabi untuk salat sebaik mungkin, bahkan untuk ibadah sunah sekalipun.
Penting untuk tidak disunahkan berbicara selama salat, agar fokus tidak terpecah. Konsentrasi pada setiap gerakan dan bacaan, yang dilakukan dengan tuma’ninah, akan memastikan bahwa kita benar-benar hadir dalam salat, merasakan kedekatan dengan Allah, dan meraih Pahala Berlipat ganda di bulan suci ini.
Pada akhirnya, shalat Tarawih adalah anugerah di Bulan Ramadan yang harus dilakukan dengan tuma’ninah dan tidak perlu terburu-buru. Dengan mengikuti arahan ini, kita tidak hanya meneladani Nabi, tetapi juga memastikan ibadah kita berkualitas, membawa keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.