Seorang pria berinisial HR (42) berhasil diamankan oleh jajaran kepolisian, diduga kuat sebagai pelaku mutilasi terhadap seorang remaja yang jasadnya ditemukan di kawasan Cileungsi, Bogor, pada pekan lalu. Penangkapan ini menjadi titik terang dalam kasus yang sempat menggegerkan publik tersebut, membawa harapan akan terungkapnya motif di balik tindakan keji ini. Aparat kepolisian terus mendalami kasus untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat dan memastikan proses hukum berjalan transparan.
Penangkapan HR dilakukan pada Sabtu, 24 Mei 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, di kediamannya di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor. Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dan Polda Jawa Barat bergerak cepat setelah mengantongi sejumlah petunjuk krusial dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi. Kompol Indra Wijaya, Kasatreskrim Polres Bogor, menjelaskan bahwa identifikasi pelaku mutilasi berawal dari penemuan potongan tubuh korban yang mengarah pada ciri-ciri spesifik dan petunjuk digital. “Kami juga memeriksa rekaman CCTV di beberapa titik yang diduga dilewati oleh korban atau pelaku,” terang Kompol Indra.
Korban diketahui berinisial AF (17), seorang pelajar yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari sebelum penemuan jasadnya. Keluarga korban yang berdomisili di wilayah Citeureup, Bogor, telah melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak berwajib. Penemuan potongan tubuh korban yang terpisah-pisah di beberapa lokasi berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian dalam proses penyelidikan dan identifikasi. Proses identifikasi forensik yang intensif akhirnya mengkonfirmasi identitas korban dan memperkuat dugaan keterkaitan dengan pelaku mutilasi yang kini sudah diamankan.
Saat ini, HR tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor. Polisi belum merinci motif di balik tindakan keji ini, namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor dendam pribadi atau motif lain yang masih dalam penyelidikan. Beberapa barang bukti turut diamankan dari lokasi penangkapan, termasuk alat yang diduga digunakan untuk melancarkan aksinya. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.
Kasus dugaan pelaku mutilasi ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Dengan ditangkapnya terduga pelaku, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap secara terang benderang, memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, serta menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berniat melakukan tindakan kriminal serupa.