Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, menyebabkan ketinggian air di Pintu Air Katulampa meningkat drastis. Pada Senin (3/3/2025) malam, ketinggian air mencapai 220 sentimeter, yang menandakan status Siaga 1. Kondisi ini memicu peringatan dini bagi warga Jakarta yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.
Petugas jaga Pintu Air Katulampa, Andi Sudirman, melaporkan bahwa kenaikan air terjadi sangat cepat. “Kenaikan di Pintu Air Katulampa mulai sekitar pukul 21.00 WIB dengan mencapai level siaga 2 atau 160 cm. Selanjutnya, naik ke siaga 1 dengan ketinggian 220 cm,” jelasnya.
Dengan status Siaga 1, debit air yang mengalir di Sungai Ciliwung mencapai 514.659 liter per detik. Air dengan volume tersebut diperkirakan akan tiba di Jakarta dalam waktu 9 hingga 12 jam ke depan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta segera mengeluarkan peringatan dini kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan banjir kiriman dari Pintu Air Katulampa.
“Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung untuk waspada terhadap potensi banjir kiriman dari Pintu Air Katulampa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.
BPBD DKI Jakarta juga telah menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir. Beberapa posko pengungsian juga telah disiapkan di titik-titik rawan banjir.
“Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Kami juga mengimbau warga untuk terus memantau informasi terkini dari BPBD dan BMKG,” tambah Isnawa Adji.
Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. Masyarakat diminta untuk mengikuti arahan dari petugas dan segera mengungsi jika diperlukan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat,” pungkas Isnawa Adji.